--> Skip to main content

Memahami Seni Keramik Lebih Dekat melalui ‘Fusion’

Bantul, Ditolakredaktur — Selain bernilai fungsional, keramik memiliki nilai estetika tersendiri. Olahan keramik, misalnya, bukan hanya berupa perabotan seperti cangkir, mangkok, atau tegel; ia pun dapat berwujud barang dekoratif macam guci, vas bunga, dan sebagainya. Maka dari itu, keramik pun dapat menjadi karya seni yang dipampang dalam pameran-pameran.

Pameran keramik inilah yang digelar oleh Nonton Bareng (Nobar) Indonesia, berkolaborasi dengan Sidik Purnomo sebagai seniman keramik. Bertajuk “Fusion: An Art Ceramic Experience with Sidik Purnomo”, pameran ini digelar di Tempuran Space, Bantul, mulai Sabtu (26/11) hingga 10 Desember.

Kendati demikian, “pameran” ini memiliki keunikan sendiri. Sebab, para pengunjung dapat berpartisipasi langsung terhadap jalannya pameran. Pengunjung, misalnya, dapat mencoba membuat keramik dalam ceramic class partner.

Partisipasi memang menjadi elemen utama dalam acarea berikut. “Selain memamerkan berbagai kerajinan keramik, Fusion juga menawarkan pengalaman agar penonton bisa bersentuhan dengan keramik,” ujar Veraningsih, Kepala Pengembangan Program Nobar, saat konferensi pers. Karena itu, ia melanjutkan, pameran sebetulnya bukan padanan yang cukup untuk menggambarkan ‘Fusion’. Sebab, gelaran ini justru mengajak pengunjung mengalami keramik secara langsung. Pengalaman terkait tidak hanya berupa menyaksikan galeri keramik, akan tapi juga belajar membuat keramik, dialog dengan seniman keramik dan lain-lain.

Dalam proses perancangan acara ini pun, Nobar juga mengajak penonton-penontonnya. Penonton tersebut ialah pendaftar yang terpilih untuk mengikuti program rutin Nobar, bernama Sahabat Proses Kekaryaan (SPK). Penonton ini, bersama Sidik Purnomo, mulai dari mengonsep pameran, mengatur display, hingga pada tahap pelaksanaan.

Program SPK dari Nobar sendiri telah rutin diadakan sejak 2019. Program ini digagas sebagai ruang temu juga dialog antara seniman dan penonton. Karena itu, sejak program ini dimulai, ia selalu melibatkan partisipasi aktif dari penonton. “Program ini udah jalan sekitar 10-11 kali. Konsepnya emang selalu partisipatoris, apapun mediumnya. Kita pernah ngadain SPK yang mediumnya tulisan, itu partisipatoris juga. Kita kolaborasi dengan penulis, terus ngajak penonton buat menulis juga,” jelas Kusharditya Albi, humas Fusion, saat ditemui di Tempuran Space.

Karena konsep itulah Sidik Purnomo berkata, saat konferensi pers, merasa tertarik untuk bekerja sama dengan Nobar. Meski terkesan sederhana dan jamak kita jumpai sehari-hari, keramik bagi Sidik memiliki kompleksitas tersendiri. Membikin keramik membutuhkan ketelitian di sepanjang prosesnya: mulai dari memilih bahan hingga penataan bentuk. Namun, kompleksitas tersebut dapat diurai bila ‘dialami secara langsung’. “Karena (berbicara) keramik itu nggak cuma tegel atau gerabah yang sering kita jumpai sehari-hari, tapi juga perpaduan berbagai senyawa,” jelas Sidik.

Adapun, gelaran ini dapat dikunjungi setiap hari sampai 10 Desember, mulai dari jam 10.00 hingga 17.00 di hari biasa, atau dari jam 12.00 sampai 20.000 di akhir pekan. Bermodal tiket yang dibanderol seharga Rp20.000, program ini menghadirkan galeri keramik, kelas membuat keramik, dan sebagainya. Ia dibuka untuk semua umur.

Rekomendasi Artikel

No Comments yet!

Your Email address will not be published.